Profil Andrea Barzagli, Juventus

andrea barzagli sang pemain juventusAndrea Barzagli merupakan pemain sepakbola berkebangsaan Italia yang berposisi sebagai pemain bertahan. Barzagli lahir pada tanggal 8 Mei 1981 di Fiesole, Tuscany, Italia. Saat ini ia memperkuat klub raksasa Italia asal Kota Turin, Juventus.

Barzagli membuat memulai debutnya di sepakbola ketika membela tim semi-profesional Rondinella Calcio di musim 1998/1999, sebelum pindah ke Serie B bersama AC Pistoiese pada musim 2000/2001. Setahun kemudian ia bergabung kembali dengan Rondinella Calcio di Serie C2. Kemudian Barzagli pindah ke Piacenza akan tetapi dia langsung dipinjamkan ke Ascoli dari tahun 2001 sampai tahun 2003.

Di masa peminjamannya di Ascoli tersebut, Andrea Barzagli berhasil membawa klubnya promosi ke Serie B. Penampilan pertamanya di Serie A terjadi saat tim barunya Chievo Verona bermain imbang 1-1 di Brescia pada tanggal 31 Agustus 2003. Setahun kemudian dia menandatangani kontrak dengan tim Serie A, yaitu Palermo. Selama empat musim kebersamaannya dengan Palermo, sejak musim panas 2007/2008 dia diberi tugas untuk menjadi kapten menggantikan Eugenio Corini yang meninggalkan klub pada musim panas tersebut.

Pada tahun 2008, Barzagli sempat menjalin negosiasi dengan ACF Fiorentina. Akan tetapi karena ada beberapa kendala dalam proses negosiasi tersebut, akhirnya proses kepindahannya ke ACF Fiorentina pun gagal terwujud.

Kemudian Barzagli memilih untuk bergabung ke klub Bundesliga Jerman, yaitu VfL Wolfsburg mengikuti temannya yang terlebih dahulu bermain di Jerman, Cristian Zaccardo. Di VfL Wolfsburg, Barzagli mengenakan jersey bernomor punggung 43. Barzagli bermain di setiap menit laga Bundesliga Jerman musim 2008/2009 dan dimusim debutnya tersebut dirinya berhasil menghantarkan timnya menjuarai Bundesliga Jerman edisi musim 2008/2009.

Pada 15 September 2009, dia membuat debut pertamanya di kompetisi paling bergengsi se-eropa, UEFA Champions League. Pada debutnya dia membantu timnya mengalahkan CSKA Moscow dengan skor akhir 3-1 pada laga kandang. Dia mencetak gol pertamanya untuk VfL Wolfsburg saat timnya menang 4-0 kontra TSG Hoffenheim pada 4 April 2010.

Pada musim keduanya bersama VfL Wolfsburg, dia tampil dua kali di Champions League dan tiga penampilan pada ajang Europa League. Di musim keduanya itu juga, dia mencetak 1 gol dalam 24 penampilannya di Bundesliga Jerman. Musim ketiganya bersama klub Jerman, dia mengoleksi 17 penampilan di Bundesliga Jerman sebelum dirinya kembali ke kampung halamannya dan bermain untuk Juventus pada Januari 2011. Dari total dua setengah musimnya bersama VfL Wolfsburg, Barzagli berhasil membuat 95 penampilan dan mencetak 1 gol bersama klub Jerman tersebut.

Setelah dua setengah musim bermain di Jerman, Barzagli kembali ke Italia untuk bergabung dengan klub raksasa, Juventus. Di klub barunya, dia membuat penampilan pertamanya saat timnya menang 1-2 melawan mantan klubnya, Palermo dalam laga tandang game week ke-23 Serie A Italia pada 2 Februari 2011. Pada musim pertamnya di tim Nyonya Tua, Barzagli membuat 15 penampilan di Serie A dan hanya bisa membantu Juventus finis di peringkat ke 7 klasmen akhir Serie A.

Setelah kedatangan Antonio Conte sebagai pelatih baru Juventus, Barzagli menjadi bagian penting pada barisan pertahanan Bianconeri dan menjadi pemain yang bermain paling konsisten di klub. Pada musim 2011/2012, Juventus menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Italia dan Eropa, dengan hanya kebobolan 20 gol dari 38 pertandingan.

Barzagli mencetak gol pertama untuk Juve pada 13 Mei 2012, dia mencetak gol lewat tendangan pinalti saat melawan Atalanta di pekan terakhir Serie A. Di musim 2011/2012 tersebut dia membantu timnya meraih Scudetto, dan Supercoppa Italiana 2012. Sampai sekarang ini Barzagli masih menjadi bagian penting dari Juventus, dengan total 233 penampilan dan sumbangan 2 gol di berbagai ajang.

Sementara karirnya bersama tim nasional Italia dimulai ketika dia mebela tim muda Gli Azzurri. Barzagli merupakan bagian dari tim Italia U-21 saat UEFA Europa U-21 Championship. Dia juga bermain saat Olimpiade Athena 2004 dan mendapatkan medaliperunggu. Barzagli membuat debut untuk tim senior Italia pada 17 November 2004, saat laga persahabatan melawan Finlandia. Dia juga menjadi bagian dari tim Italia dalam Piala Dunia 2006, Euro 2008, Euro 2012, Piala Konfederasi 2013, Piala Dunia 2014, serta Euro 2016. Sampai saat ini total capsnya bersama Italia adalah 68 penampilan.

Profil Tim Howard, Colorado Rapids

profil kiper Colorado RapidsTimothy Matthew Howard atau biasa dikenali dengan nama Tim Howard adalah pemain sepakbola berkebangsaan Amerika Serikat yang berposisi sebagai penjaga gawang lahir pada tanggal 6 Maret 1979 di North Brunswick, New Jersey, United States. Tim Howard saat ini memperkuat klub asal Amerika Serikat, Colorado Rapids.

Ayah Howard adalah seorang sopir truck, ayahnya meninggalkannya sebelum Howard bisa mengingat sosoknya. Sejak Howard tinggal bersama dengan Ibunya setelah orang tuanya bercerai saat dia berusia tiga tahun. Ketika duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar dia didiagnosis mengidap sindrom tourette.

Di tahun 1991, Tim Mulqueen yang saat itu sedang menjadi salah satu asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat U-17 melihat potensi dari Howard dalam sesi pelatihan sepakbola dan kemudian menawarkannya pembinaan sepakbola secara gratis di bawah bimbingannya. Dan kemudian ketika dia memasuki masa SMA dia bermain untuk Central Jersey Cosmos.

Tim Howard memulai kariri profesionalnya bersama klub North Jersey Imperials. Setelah hanya enam kali bermain dengan North Jersey Imperials kemudian dia dibawa ke MetroStars pada tahun 1998 oleh Mulqueen, yang saat itu menjabat sebagai pelatih kiper MetroStars. Dalam debut pertamanya di MLS pada 18 Agustus 1998, Howard mendapatkan kemenangan bersama timnya ketika mengalahkan Colorado 4-1 di Giants Stadium. Kemudian Howard bermain dalam satu laga bersama Nike Project-40 Team. Bermain bersama MetroStars di MLS musim 1999, Howard membuat delapan penampilan bersama timnya tersebut. Total penampilannya bersama MetroStars dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2003 adalah 88 caps.

Kemudian pada tahun 2003, Manchester United membeli Howard dari North Jersey Imperials dengan biaya mencapai US$4 juta untuk menggantikan posisi dari Fabien Barthez sebagai kiper utama di klub. Howard memulai debut penampilannya dengan sangat bagus di Manchester United ketika berhasil mengantisipasi tendangan pinalti dari pemain Arsenal saat laga Community Shield. Dia bermain bagus lagi ketika melawan Bolton Wanderers dan ketika pertandingan kandang melawan Manchester City dalam ajang FA Cup.

Dimusim keduanya bersama The Reds Devil, Howard tampil mengecewakan dengan membuat beberapa kesalahan dan kemudian posisinya digantikan oleh Carroll. Howard kembali mendapatkan posisinya sebagai kiper utama, tapi karena penampilannya yang tidak meyakinkan dia akhirnya kembali dilengserkan dari posisinya tersebut. Pada akhir musim 2004/2005, Howard menandatangani kontak baru bersama Setan Merah yang berdurasi 5 tahun. Pada musim panas 2005, Manchester United melepas kedua pesaing dari Howard, yaitu Ricardo Lopez Felipe dan Carroll. Akan tetapi juga membeli kiper baru asal Belanda, Edwin van Der Sar dari Fulham.

Pada musim 2006/2007, Howard dipinjamkan Manchester United ke sesama klub asal Inggris, Everton dan membuat debutnya di laga kontra Watford pada partai pembuka Premier League. Setelah satu musim menjadi pemain pinjaman di Everton ia menandatangani kontrak permanen bersama Merseyside Blue pada tahun 2007. Biaya kepindahannya ke Goodison Park diperkirakan sekitar £3 juta. Howard membuat penampilan ke-100 untuk Everton ketika melawan West Ham United pada 8 November 2008.

Di semifinal Piala FA, dia bermain bagus dengan memuntahkan dua pinalti dari mantan klubnya, Manchester United ketika babak adu pinalti. Pada 19 Februari 2016, manajer Everton kala itu Roberto Martinez mengonfirmasi bahwa Howard hanya akan menjadi pelapis bagi kiper muda mereka, Joel Robles. Sebelum pertandingan terakhirnya bersama Everton, Howard berpidato di hadapan para suporter, dengan berkata, “Saya akan tetap menjadi Evertonian seumur hidup. Ini akan menjadi tim saya, klub saya.”

Setelah kebersamaannya bersama Everton selama 10 musim dengan total 354 penampilan dan menyumbang 1 gol di Premier League, pada 20 Maret 2016, dia memutuskan kembali ke MLS, dengan menandatangani kontrak tiga setengah tahun bersama Colorado Rapids.

Di karir Internasionalnya, Howard pernah membela tim junior Amerika Serikat U-20 pada ajang FIFA World Youth Championship 1999 di Nigeria. Kemudian pada bulan Juli 1999, dia dipanggil oleh tim nasional Amerika Serikat U-23 untuk kejuaraan Pan American Games Tournament 1999. Di kejuaraan tersebut Amerika Serikat berhasil memperoleh mendali perunggu. Howard membuat debut bersama tim senior Amerika Serikat kertika melawan Ekuador pada 10 Mei 2002. Sampai saat ini Howard sudah mengoleksi 115 penampilan bersama tim nasional Amerika Serikat sejak debutnya di tahun 2002.

Profil Eric Dier, Tottenham Hotspur

profil pemain Tottenham HotspurEric Jeremy Edgar Dier atau yang biasa dikenal dengan nama Eric Dier adalah pemain sepakbola berkebangsaan Inggris yang berposisi sebagai gelandang bertahan dan saat ini bermain di klub asal London Utara, Tottenham Hotspur. Dier lahir pada tanggal 15 Januari 1994 di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris.

Dier adalah cucu dari Ted Crocker yang merupakan mantan sekertaris dari FA dan presiden Cheltenham Town, sang kakek juga mantan pemain sepakbola profesional yang dulunya pernah bermain untuk Charlton Athletic, tim yang juga pernah dibela oleh paman Dier, Peter Crocker. Sementara ayah Dier adalah mantan pemain tenis profesional.

Saat berusia tujuh tahun, dier kecil pindah ke Portugal. Dia pindah karena Ibunya ditawari pekerjaan menjalankan program perhotelan ketika UEFA Euro 2004. Dier tinggal bersama orang tuanya dan kelima saudara kandungnya selama satu tahun di wilayah Algarve sebelum pindah ke Lisbon. Pada tahun 2010, orang tuanya kembali ke Inggris sementara ia tetap tinggal di Lisbon, karena sudah bergabung dengan akademi Sporting CP.

Pada bulan April 2010, Eric Dier menandatangani kontrak bersama Sporting. Kemudian di bulan Januari 2011, Dier setuju bergabung dengan tim muda Everton sebagai pemain pinjaman sampai dengan 30 Juni 2011. Di masa pinjaman tersebut Dier bermain sebanyak sepuluh kali bersama Everton U-18 dan dia juga berhasil memenangi Liga U-18 bersama dengan timnya itu. Sempat mengalami kesulitan ketika tinggal di kampung halamannya, akan tetapi di musim panas 2011, dia akhirnya memperpanjang durasi pinjamannya sampai 12 bulan.

Pada 26 Agustus 2012, Dier membuat debut bersama tim Sporting B pada musim 2012/2013 Segunda Liga ketika menang 1-3 atas Atletico, dia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-77 saat menggantikan Diego Rubio. Eric Dier membuat gol di tim senior dalam ajang Segunda Liga ketika timnya mengalahkan Benfica B dengan skor 1-3 di laga tandang, golnya tercipta dari proses tendangan bebas.

Dier akhirnya dipanggil untuk memperkuat tim utama Sporting saat kemenangan di ajang Primeira Liga 1-0 melawan Braga dalam laga kandang. Dalam partai tersebut Dier berhasil membuat assist untuk gol semata wayang Sporting yang dilesakan oleh Ricky van Wolfswinkel. Lima belas hari setelah debut, dia akhirnya bisa membuat gol pertamanya di tim utama Sporting, golnya tercipta di pertandingan tandang melawan Moreirense tapi sayang golnya tidak bisa membuat timnya meraih kemenangan karena kedua tim harus mengakhiri laga dengan hasil seri dengan skor 2-2.

Setelah membela tim utama Sporting CP dari tahun 2012-2014, Dier akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, Inggris pada 2 Agustus 2014. Selama berkarir di Portugal bersama dengan tim utama Sporting CP, dia mencatatkan 27 penampilan dan mencetak 1 gol di Primeira Liga. Di Inggris dia memperkuat tim asal London Utara, yaitu Tottenham Hotspur. Dier menandatangani kontrak empat tahun dengan The Lily White dengan biaya transfer mencapai £4 juta.

Bersama Tottenham Hotspur, Dier membuat debutnya saat pekan pertama Premier League musim 2014/2015, melawan West Ham United dan berhasil membuat gol satu-satunya di laga tersebut di masa perpanjangan. Pada saat Final League Cup atau biasa disebut dengan EFL Cup melawan Chelsea, Dier bermain sejak menit pertama pada pertandingan itu. Tapi sayang timnya harus kalah dari Chelsea 2-0. Selama musim 2016/2017, posisi Dier sering diubah oleh sang pelatih, Mauricio Pochettino dia digeser kebelakang sebagai bek tengah untuk menggantikan posisi dari Toby Alderweireld dan Jan Vertongen yang mengalami cidera. Selama membela Tottenham Hotspur sampai saat ini Dier sudah mengoleksi 101 penampilan dan 1 gol di Premier League.

Di karir Internasionalnya, Dier sebenarnya digadang-gadang sebagai pemain masa depan Portugal oleh Federasi Sepakbola Portugal atau FPF. Dier membela tim nasional Inggris dari jenjang U18,U19,U20 dan U21. Pada 28 Mei 2013, dia masuk skuat Inggris muda asuhan Peter Taylor untuk kejuaraan FIFA U-20 World Cup 2013. Dier debut pada 16 Juni ketika menang 3-0 dalam laga pemanasan kontra Uruguay.

Pada 5 November 2015, Dier akhirnya terpilih untuk membela tim senior Inggris ketika dipanggil oleh manajer The Three Lion saat itu, Roy Hodgson saat berhadapan dengan Spanyol dan Prancis. Pada UEFA Euro 2016 Prancis namanya terdaftar dalam skuat Inggris, di kejuaraan itu dia bermain di laga pembukaan melawan Rusia dan berhasil mencetak gol dari tendangan bebas dengan laga yang berkesudahan dengan skor 1-1. Sampai saat ini Dier sudah mencatatkan 18 penampilan dan 2 gol bersama The Three Lion.

Prediksi Australia vs Jerman 19 Juni 2017

prediksi australia lawan jerman 19 juni 2017

Pertandingan pertama di ajang Piala Konfederasi akan mempertemukan dua negara besar di zona masing-masing, yaitu Australia dan Jerman. Kedua tim akan saling berhadapan pada tanggal 19 Juni 2017, pukul 22.00 malam WIB. Laga yang diprediksi akan berjalan seru dan ketat tersebut rencananya akan digelar di stadion Olimpiyskiy Fisht, Sochi. Pertandingan sendiri menjadi salah satu pertandingan yang sayang untuk dilewatkan karena nama besar kedua tim dan peta kekuatan para pemainnya yang menjanjikan tontonan menghibur.

Australia menunjukkan permainan yang stabil walaupun mereka masih dapat meraih hasil yang lebih baik lagi. Dari lima pertandingan terakhir mereka, Australia terlihat hanya meraih dua kemenangan, sedangkan dua pertandingan lainnya berakhir dengan skor seri dan satu pertandingan lainnya berakhir dengan kekalahan.

Pertandingan terakhir mereka adalah ketika bertemu dengan bandar sbobet Brazil dalam laga persahabatan yang diadakan pada tanggal 13 Juni 2017 di Melbourne Cricket Ground, Melbourne. Pada laga tersebut Australia harus mengakui keunggulan tim tamu, walaupun bermain di markas sendiri akan tetapi mereka tidak mampu menembus pertahanan Brazil sekalipun, malah harus melihat gawangnya dibobol empat kali oleh pemain Brazil. Diego Souza yang merupakan pemain Brazil sukses menyarangkan dua gol yaitu pada menit 1’ dan 90’+3. Sedangkan Thiago Silva ikut menambah keunggulan Brazil pada menit 62’, dan Taison pada menit 75’.

Pada pertandingan kandang lainnya, Australia berhasil menundukkan Saudi Arabia dalam pertandingan kualifikasi Piala Dunia Zona Asia. Laga yang dihelat pada tanggal 8 Juni 2017 di Adelaide Oval tersebut berhasil ditutup dengan kemenangan untuk tim Australia dengan skor akhir 3-2. T. Juric membuka keunggulan pertama Australia pada menit 7’, namun tidak lama kemudian Salem Al Dawsari menyamakan kedudukan dengan gol pada menit 23’ sehingga skor menjadi 1-1.

Namun sebelum babak pertama berakhir T. Juric kembali menjadi pahlawan Australia dengan menjebol gawang lawan pada menit 36’, sayangnya Mohammad Al Sahlawi kembali menyamakan kedudukan dengan gol pada menit tambahan 45’+2. Pada babak kedua Australia kembali bermain menggebrak dan menghasilkan gol lewat kakl T. Rogic pada menit 64’, skor 3-2 bertahan hingga peluit terakhir tanda pertandingan usai dibunyikan.

Beralih pada tim tamu, pada lima pertandingan terakhir yang dijalani oleh Jerman terlihat bahwa mereka memiliki statistik kemenangan yang lebih baik jika dibandingkan dengan Australia dimana tiga pertandingan berhasil mereka menangkan dan dua lainnya berakhir dengan skor seri. Pada laga terakhir mereka melawan San Marino, mereka juga sukses membawa pulang kemenangan besar yang dapat menjadi modal mental yang sangat penting pada pertandingan tandang melawan Australia kali ini.

Jerman menghadapi San Marino pada pertandingan babak kualifikasi Piala Dunia Zona Eropa pada tanggal 11 Juni 2017 lalu di Stadion Nurnberg, pertandingan tersebut berakhir dengan skor 7-0 untuk kemenangan telak Jerman. S. Wagner mencetak hat trick pada laga tersebut, dan sisa gol lainnya disumbangkan oleh Julian Draxler, Younes, Shkodran Mustafi dan Brandt.

Melihat peta kekuatan kedua tim diatas kertas, Jerman merupakan tim yang lebih diunggulkan untuk meraih kemenangan pada laga ini. Walaupun salah satu pemain andalannya, Leroy Sane dipastikan tidak akan dapat tampil karena cidera yang dialaminya. Namun Jerman masih memiliki sederet pemain bintang yang tidak perlu diragukan lagi kemampuannya di posisi mereka masing-masing.

Beberapa pemain andalan Jerman seperti Andre Schurrle, Joshua Kimmich dan juga penjaga gawang kawakan Marc-Andre ter Stergen dipastikan akan siap memberikan permainan terbaik mereka untuk kemenangan Jerman di laga kali ini. Apalagi melihat performa mereka pada pertandingan tandang yang nyaris tidak terkalahkan membuat rasa percaya diri skuat Jerman terpompa.

Australia juga tidak mau kalah dengan jajaran pemain berkualitas mereka yang siap mengimbangi permainan Jerman. Bermain di kandang sendiri memberi mereka keuntungan tersendiri jika mereka dapat memanfaatkan hal tersebut dengan baik. Jajaran pemain seperti Juric, Irvine, Tim Cahill, Langerak di posisi masing-masing siap untuk membendung serangan dari sang juara dunia.

Jordan Pickford Jadi Bidikan Penting Everton

calon kiper Penting Everton

Everton dikabarkan siap merogoh kocek dalam-dalam demi mendatangkan palang pintu Sunderland, Jordan Pickford. Keputusan tersebut tidak terlepas dari hasil buruk Sunderland pada musim lalu yang membuat tim tersebut terperosok ke dalam jurang degradasi. Nilai transfer yang dikabarkan mencapai angka 30 juta pounds tersebut didasari oleh kemungkinan besar pemain tersebut tetap ingin bermain di Liga Inggris untuk musim depan.

Walaupun memiliki beberapa faktor unggulan yang berpotensi menarik minat sang penjaga gawang, namun nampaknya keinginan Everton tersebut tidak akan mudah terlaksana. Penawaran pertama yang diberikan untuk Pickford sempat dinilai terlalu kecil angkanya sehingga Sunderland menolak penawaran tersebut. Setelah beberapa pertemuan dan perbincangan lebih lanjut antara kedua pihak, kesepakatan akhirnya tercapai pada angka 30 juta pounds.

Namun nampaknya Pickford masih menolak untuk memberikan komentar mengenai perjanjian kontrak tersebut. Ketika ditanya mengenai isu transfer tersebut, pemain muda yang baru menginjak usia 23 tahun tersebut lebih memilih untuk menjawab bahwa konsentrasinya saat ini adalah untuk mempersembahan prestasi terbaiknya dalam membela tim nasional inggris di ajang Piala Eropa U21.

Pickford nampaknya ingin menunjukkan kemampuannya setelah menjalani musim yang kurang memuaskan bersama Sunderland. Dengan kesempatan bermain bersama dengan skuat Inggris, ia berharap dapat meraih prestasi yang membanggakan dan membawa negaranya tersebut meraih kesuksesan di kompetisi yang akan diadakan di Polandia tersebut.

“Saya telah memberitahu agen saya bahwa untuk saat ini konsentrasi saya ada pada Piala Eropa dan saya hanya ingin melakukan yang terbaik yang bisa saya lakukan di kompetisi tersebut,” ujarnya kepada The Guardian.

“Saya akan memikirkan mengenai masa depan dan klub nanti setelah ajang Piala Eropa selesai bergulir. Yang pasti bermain dengan Sunderland bukanlah hal yang mudah mengingat apa yang telah kita lewati musim lalu,” imbuhnya lagi.

Pickford juga tidak lupa untuk mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Sunderland atas kesempatan yang diberikan padanya selama ini. Ia mengatakan bahwa bersama dengan Sunderland ia dapat belajar banyak hal dan terus mengembangkan permainannya menjadi lebih baik.

“Hal yang tidak mudah bagi saya untuk meninggalkan tempat anda tumbuh dan wajah-wajah yang telah anda kenal dengan baik. Tapi kami telah melakukan semua hal yang bisa kami lakukan pada musim lalu. Sayangnya hal tersebut ternyata masih belum cukup untuk menghindarkan Sunderland dari zona degradasi.” ungkap Moreno.

Banyak pihak yang mengungkapkan bahwa nilai transfer Pickford tersebut terlampau mahal untuk ukuran penjaga gawang. Jika memang perundingan berjalan lancar, maka Pickford akan menjadi penjaga gawang termahal di Inggris dan termahal ketiga di dunia setelah Gianluigi Buffon dan Ederson. Akan tetapi salah satu kiper legendaris Inggris, Peter Shilton, harga tersebut sudah pantas untuk Pickford. “Dana sebesar itu memang nilai yang seharusnya diberikan untuk transfer seorang kiper,” katanya pada BBC Radio.

“Untuk pemain yang masih berusia muda dan juga memiliki potensi yang besar di masa yang akan datang, harga tersebut tidaklah terlalu tinggi. Secara garis besar, posisi penjaga gawang merupakan posisi yang sangat penting dalam sebuah tim. Kiper yang hebat sama pentingnya dengan penyerang yang tajam dengan 20 gol dalam satu musim. Skuat yang hebat belum lengkap jika mereka tidak memiliki kiper yang hebat juga.”

Ronald Koeman telah menyatakan bahwa Goodison Park membutuhkan Pickford untuk memperbaiki barisan pertahanan mereka musim depan. Koeman merasa bahwa dua penjaga gawang yang dimiliki Everton saat ini masih belum memenuhi kualitas yang ia inginkan, ditambah lagi Robles juga akan hengkang dari Goodison Park musim panas ini.

Situasi ini membuka lebar peluang Pickford untuk menjadi penjaga gawang pilihan pertama Everton. Hal tersebut bukan tanpa alasan, prestasinya musim lalu yang tercatat sukses melakukan 135 penyelamatan dalam 29 pertandingan yang ia mainkan, membuatnya menjadi penjaga gawang terbaik kedua di Liga Inggris musim lalu. Prestasi tersebut bahkan lebih baik dibandingkan dengan yang ditorehkan oleh Petr Cech dari Arsenal yang hanya melakukan 115 penyelamatan dalam 35 pertandingan Liga Inggris musim lalu.