franck kessie sang pemain AC Milan

Profil Franck Kessie, AC Milan

Franck Kessie resmi bergabung ke AC Milan pada musim 2017/2018 ini dengan status pinjaman dari sesama tim Italia, Atalanta. Pemain berkebangsaan Pantai Gading ini dipinjam dengan durasi waktu dua tahun atau dengan kata lain, ia akan menghuni skuat asuhan Vincenzo Montella sampai tahun 2019 nanti.

Franck Kessie bergabung ke Atalanta pada 29 Januari 2015. Ia menandatangai kontrak selama tiga tahun dengan tim asal Bergamo, Lombardy itu. Ia mengawali karirnya di Atalanta bersama skuat Primavera. Ia baru mendapat panggilan untuk bermain di skuat utama Atalanta 18 April 2015, yaitu saat Atalanta bertanding melawan AS Roma. Akan tetapi, kesempatan pertamanya bergabung di skuat utama itu hanya bisa ia habiskan di bangku cadangan.

Pada bulan Agustus 2015, Atalanta ‘menyekolahkan’ pemain yang lahir pada 19 Desember 1996 dengan meminjamkannya ke Cesena. Ia dipinjamkan dengan durasi waktu 1 tahun. Di klub inilah Kessie mendapatkan kesempatan bermain yang banyak. Selama musim 2015/2016 ia bermain 38 kali dan berhasil mencetak 4 gol. Adapun gol profesional pertamanya ia cetak ke gawang Virtus Lanciano dalam partai kendang Cesena.

Pertengahan tahun 2016, pemain yang mempunyai berat badan 74 kilogram dan tinggi 183 sentimeter ini kembali ke Atalanta. Di bawah asuhan Gian Piero Gasperini, Franck Kessie dipercaya untuk promosi ke skuat utama Atalanta. Musim 2016/2017 pun ia lewati dengan kesempatan bermain yang banyak. Tercatat, hingga akhir musim Franck Kessie bermain sebanyak 31 kali dan berhasil menorehkan 7 gol. Ia pun berjasa besar mengantarkan Atalanta mendapatkan tiket untuk bermain di Liga Europa musim depan setelah berhasil finish di peringkat 4.

Pada usia yang masih belia, yaitu 17 tahun, Franck Kessie sudah dipanggil untuk memperkuat timnas Pantai Gading. Debutnya adalah pada saat Pantai Gading menjalani partai kualifikasi Piala Africa 2015 melawan Sierra Leone. Debutnya berbuah manis kala itu. Pantai Gading yang bermain di kendang berhasil mengalahkan Sierra Leone dengan skor 2-1. Adapun sebelum menjajaki timnas senior, Kessie telah mempunyai cukup pengalaman bermain di level internasional. Ia tercatat telah bermain untuk timnas Pantai Gading u-17 dan u-20. Tidak heran jika ia kemudian dimasukkan ke dalam daftar 23 pemain timnas Pantai Gading yang berlaga dalam ajang Piala Afrika 2017.

Pemain bernama lengkap Franck Yannick Kessie ini akhirnya mendapatkan kesempatan besar dalam karir sepakbolanya setelah Vincenzo Montella tertarik untuk menggunakan bakat sang pemain untuk memperkuat skuat asuhannya mengarungi musim 2017/2018. Ketertarikan Montella ini pun diamini oleh pihak manajemen AC Milan sehingga pemain yang kini berusia 20 tahun tersebut didatangkan ke San Siro.

Di Milan, Franck Kessie akan menjadi pemain muda ke sekian yang mengisi lini tengah Rossoneri. Pemain yang dilahirkan di Ouragahio pada 19 Desember 1996 ini akan mengingatkan publik Milan akan legenda hidup mereka, Gennaro Gattuso. Pasalnya Kessie adalah tipe pemain petarung pantang menyerah, sesuatu yang pernah publik Milan miliki dari sosok Gattuso.

Namun begitu, Milan tampaknya akan mendapatkan hal yang lebih dari itu. Banyak pengamat mengatakan bahwa selain jiwa bertarung yang kuat di lapangan, Franck Kessie juga dibekali insting menyerang yang akan sangat membantu ketika tim yang dibelanya sedang mengalami kebuntuan. Pemain yang ketika beseragam Cesena ini berposisi menjadi bek, diyakini akan menjadi pendukung yang mumpuni bagi lini serang AC Milan yang digalang oleh Carlos Bacca dan kawan-kawan.

Di sisi lain, ada kisah menarik pada kedatangan Kessie ke AC Milan di musim panas 2017 ini. Kessie, yang menyukai nomor punggung 19 ternyata harus merelakan nomor tersebut untuk pemain lain. Kessie memilih nomor tersebut karena sesuai tanggal lahirnya dan punya makna tersendiri baginya. Namun karena Leonardo Bonucci juga menginginkan nomor yang sama, Kessie pun akhirnya harus mengalah dan berbesar hati memberikan nomor tersebut pada pemain yang lebih senior dan lebih disegani. Beruntung tidak ada yang bersitegang dalam masalah ini. Bonucci pun sangat berterima kasih kepada Kessie, karena nomor 19 dianggapnya sebagai nomor keberuntungan yang punya arti sangat besar dalam hidupnya.

Profil Andrea Barzagli, Juventus

andrea barzagli sang pemain juventusAndrea Barzagli merupakan pemain sepakbola berkebangsaan Italia yang berposisi sebagai pemain bertahan. Barzagli lahir pada tanggal 8 Mei 1981 di Fiesole, Tuscany, Italia. Saat ini ia memperkuat klub raksasa Italia asal Kota Turin, Juventus.

Barzagli membuat memulai debutnya di sepakbola ketika membela tim semi-profesional Rondinella Calcio di musim 1998/1999, sebelum pindah ke Serie B bersama AC Pistoiese pada musim 2000/2001. Setahun kemudian ia bergabung kembali dengan Rondinella Calcio di Serie C2. Kemudian Barzagli pindah ke Piacenza akan tetapi dia langsung dipinjamkan ke Ascoli dari tahun 2001 sampai tahun 2003.

Di masa peminjamannya di Ascoli tersebut, Andrea Barzagli berhasil membawa klubnya promosi ke Serie B. Penampilan pertamanya di Serie A terjadi saat tim barunya Chievo Verona bermain imbang 1-1 di Brescia pada tanggal 31 Agustus 2003. Setahun kemudian dia menandatangani kontrak dengan tim Serie A, yaitu Palermo. Selama empat musim kebersamaannya dengan Palermo, sejak musim panas 2007/2008 dia diberi tugas untuk menjadi kapten menggantikan Eugenio Corini yang meninggalkan klub pada musim panas tersebut.

Pada tahun 2008, Barzagli sempat menjalin negosiasi dengan ACF Fiorentina. Akan tetapi karena ada beberapa kendala dalam proses negosiasi tersebut, akhirnya proses kepindahannya ke ACF Fiorentina pun gagal terwujud.

Kemudian Barzagli memilih untuk bergabung ke klub Bundesliga Jerman, yaitu VfL Wolfsburg mengikuti temannya yang terlebih dahulu bermain di Jerman, Cristian Zaccardo. Di VfL Wolfsburg, Barzagli mengenakan jersey bernomor punggung 43. Barzagli bermain di setiap menit laga Bundesliga Jerman musim 2008/2009 dan dimusim debutnya tersebut dirinya berhasil menghantarkan timnya menjuarai Bundesliga Jerman edisi musim 2008/2009.

Pada 15 September 2009, dia membuat debut pertamanya di kompetisi paling bergengsi se-eropa, UEFA Champions League. Pada debutnya dia membantu timnya mengalahkan CSKA Moscow dengan skor akhir 3-1 pada laga kandang. Dia mencetak gol pertamanya untuk VfL Wolfsburg saat timnya menang 4-0 kontra TSG Hoffenheim pada 4 April 2010.

Pada musim keduanya bersama VfL Wolfsburg, dia tampil dua kali di Champions League dan tiga penampilan pada ajang Europa League. Di musim keduanya itu juga, dia mencetak 1 gol dalam 24 penampilannya di Bundesliga Jerman. Musim ketiganya bersama klub Jerman, dia mengoleksi 17 penampilan di Bundesliga Jerman sebelum dirinya kembali ke kampung halamannya dan bermain untuk Juventus pada Januari 2011. Dari total dua setengah musimnya bersama VfL Wolfsburg, Barzagli berhasil membuat 95 penampilan dan mencetak 1 gol bersama klub Jerman tersebut.

Setelah dua setengah musim bermain di Jerman, Barzagli kembali ke Italia untuk bergabung dengan klub raksasa, Juventus. Di klub barunya, dia membuat penampilan pertamanya saat timnya menang 1-2 melawan mantan klubnya, Palermo dalam laga tandang game week ke-23 Serie A Italia pada 2 Februari 2011. Pada musim pertamnya di tim Nyonya Tua, Barzagli membuat 15 penampilan di Serie A dan hanya bisa membantu Juventus finis di peringkat ke 7 klasmen akhir Serie A.

Setelah kedatangan Antonio Conte sebagai pelatih baru Juventus, Barzagli menjadi bagian penting pada barisan pertahanan Bianconeri dan menjadi pemain yang bermain paling konsisten di klub. Pada musim 2011/2012, Juventus menjadi tim dengan pertahanan terbaik di Italia dan Eropa, dengan hanya kebobolan 20 gol dari 38 pertandingan.

Barzagli mencetak gol pertama untuk Juve pada 13 Mei 2012, dia mencetak gol lewat tendangan pinalti saat melawan Atalanta di pekan terakhir Serie A. Di musim 2011/2012 tersebut dia membantu timnya meraih Scudetto, dan Supercoppa Italiana 2012. Sampai sekarang ini Barzagli masih menjadi bagian penting dari Juventus, dengan total 233 penampilan dan sumbangan 2 gol di berbagai ajang.

Sementara karirnya bersama tim nasional Italia dimulai ketika dia mebela tim muda Gli Azzurri. Barzagli merupakan bagian dari tim Italia U-21 saat UEFA Europa U-21 Championship. Dia juga bermain saat Olimpiade Athena 2004 dan mendapatkan medaliperunggu. Barzagli membuat debut untuk tim senior Italia pada 17 November 2004, saat laga persahabatan melawan Finlandia. Dia juga menjadi bagian dari tim Italia dalam Piala Dunia 2006, Euro 2008, Euro 2012, Piala Konfederasi 2013, Piala Dunia 2014, serta Euro 2016. Sampai saat ini total capsnya bersama Italia adalah 68 penampilan.

Profil Tim Howard, Colorado Rapids

profil kiper Colorado RapidsTimothy Matthew Howard atau biasa dikenali dengan nama Tim Howard adalah pemain sepakbola berkebangsaan Amerika Serikat yang berposisi sebagai penjaga gawang lahir pada tanggal 6 Maret 1979 di North Brunswick, New Jersey, United States. Tim Howard saat ini memperkuat klub asal Amerika Serikat, Colorado Rapids.

Ayah Howard adalah seorang sopir truck, ayahnya meninggalkannya sebelum Howard bisa mengingat sosoknya. Sejak Howard tinggal bersama dengan Ibunya setelah orang tuanya bercerai saat dia berusia tiga tahun. Ketika duduk dibangku kelas 6 sekolah dasar dia didiagnosis mengidap sindrom tourette.

Di tahun 1991, Tim Mulqueen yang saat itu sedang menjadi salah satu asisten pelatih tim nasional Amerika Serikat U-17 melihat potensi dari Howard dalam sesi pelatihan sepakbola dan kemudian menawarkannya pembinaan sepakbola secara gratis di bawah bimbingannya. Dan kemudian ketika dia memasuki masa SMA dia bermain untuk Central Jersey Cosmos.

Tim Howard memulai kariri profesionalnya bersama klub North Jersey Imperials. Setelah hanya enam kali bermain dengan North Jersey Imperials kemudian dia dibawa ke MetroStars pada tahun 1998 oleh Mulqueen, yang saat itu menjabat sebagai pelatih kiper MetroStars. Dalam debut pertamanya di MLS pada 18 Agustus 1998, Howard mendapatkan kemenangan bersama timnya ketika mengalahkan Colorado 4-1 di Giants Stadium. Kemudian Howard bermain dalam satu laga bersama Nike Project-40 Team. Bermain bersama MetroStars di MLS musim 1999, Howard membuat delapan penampilan bersama timnya tersebut. Total penampilannya bersama MetroStars dari tahun 1998 sampai dengan tahun 2003 adalah 88 caps.

Kemudian pada tahun 2003, Manchester United membeli Howard dari North Jersey Imperials dengan biaya mencapai US$4 juta untuk menggantikan posisi dari Fabien Barthez sebagai kiper utama di klub. Howard memulai debut penampilannya dengan sangat bagus di Manchester United ketika berhasil mengantisipasi tendangan pinalti dari pemain Arsenal saat laga Community Shield. Dia bermain bagus lagi ketika melawan Bolton Wanderers dan ketika pertandingan kandang melawan Manchester City dalam ajang FA Cup.

Dimusim keduanya bersama The Reds Devil, Howard tampil mengecewakan dengan membuat beberapa kesalahan dan kemudian posisinya digantikan oleh Carroll. Howard kembali mendapatkan posisinya sebagai kiper utama, tapi karena penampilannya yang tidak meyakinkan dia akhirnya kembali dilengserkan dari posisinya tersebut. Pada akhir musim 2004/2005, Howard menandatangani kontak baru bersama Setan Merah yang berdurasi 5 tahun. Pada musim panas 2005, Manchester United melepas kedua pesaing dari Howard, yaitu Ricardo Lopez Felipe dan Carroll. Akan tetapi juga membeli kiper baru asal Belanda, Edwin van Der Sar dari Fulham.

Pada musim 2006/2007, Howard dipinjamkan Manchester United ke sesama klub asal Inggris, Everton dan membuat debutnya di laga kontra Watford pada partai pembuka Premier League. Setelah satu musim menjadi pemain pinjaman di Everton ia menandatangani kontrak permanen bersama Merseyside Blue pada tahun 2007. Biaya kepindahannya ke Goodison Park diperkirakan sekitar £3 juta. Howard membuat penampilan ke-100 untuk Everton ketika melawan West Ham United pada 8 November 2008.

Di semifinal Piala FA, dia bermain bagus dengan memuntahkan dua pinalti dari mantan klubnya, Manchester United ketika babak adu pinalti. Pada 19 Februari 2016, manajer Everton kala itu Roberto Martinez mengonfirmasi bahwa Howard hanya akan menjadi pelapis bagi kiper muda mereka, Joel Robles. Sebelum pertandingan terakhirnya bersama Everton, Howard berpidato di hadapan para suporter, dengan berkata, “Saya akan tetap menjadi Evertonian seumur hidup. Ini akan menjadi tim saya, klub saya.”

Setelah kebersamaannya bersama Everton selama 10 musim dengan total 354 penampilan dan menyumbang 1 gol di Premier League, pada 20 Maret 2016, dia memutuskan kembali ke MLS, dengan menandatangani kontrak tiga setengah tahun bersama Colorado Rapids.

Di karir Internasionalnya, Howard pernah membela tim junior Amerika Serikat U-20 pada ajang FIFA World Youth Championship 1999 di Nigeria. Kemudian pada bulan Juli 1999, dia dipanggil oleh tim nasional Amerika Serikat U-23 untuk kejuaraan Pan American Games Tournament 1999. Di kejuaraan tersebut Amerika Serikat berhasil memperoleh mendali perunggu. Howard membuat debut bersama tim senior Amerika Serikat kertika melawan Ekuador pada 10 Mei 2002. Sampai saat ini Howard sudah mengoleksi 115 penampilan bersama tim nasional Amerika Serikat sejak debutnya di tahun 2002.

Profil Eric Dier, Tottenham Hotspur

profil pemain Tottenham HotspurEric Jeremy Edgar Dier atau yang biasa dikenal dengan nama Eric Dier adalah pemain sepakbola berkebangsaan Inggris yang berposisi sebagai gelandang bertahan dan saat ini bermain di klub asal London Utara, Tottenham Hotspur. Dier lahir pada tanggal 15 Januari 1994 di Cheltenham, Gloucestershire, Inggris.

Dier adalah cucu dari Ted Crocker yang merupakan mantan sekertaris dari FA dan presiden Cheltenham Town, sang kakek juga mantan pemain sepakbola profesional yang dulunya pernah bermain untuk Charlton Athletic, tim yang juga pernah dibela oleh paman Dier, Peter Crocker. Sementara ayah Dier adalah mantan pemain tenis profesional.

Saat berusia tujuh tahun, dier kecil pindah ke Portugal. Dia pindah karena Ibunya ditawari pekerjaan menjalankan program perhotelan ketika UEFA Euro 2004. Dier tinggal bersama orang tuanya dan kelima saudara kandungnya selama satu tahun di wilayah Algarve sebelum pindah ke Lisbon. Pada tahun 2010, orang tuanya kembali ke Inggris sementara ia tetap tinggal di Lisbon, karena sudah bergabung dengan akademi Sporting CP.

Pada bulan April 2010, Eric Dier menandatangani kontrak bersama Sporting. Kemudian di bulan Januari 2011, Dier setuju bergabung dengan tim muda Everton sebagai pemain pinjaman sampai dengan 30 Juni 2011. Di masa pinjaman tersebut Dier bermain sebanyak sepuluh kali bersama Everton U-18 dan dia juga berhasil memenangi Liga U-18 bersama dengan timnya itu. Sempat mengalami kesulitan ketika tinggal di kampung halamannya, akan tetapi di musim panas 2011, dia akhirnya memperpanjang durasi pinjamannya sampai 12 bulan.

Pada 26 Agustus 2012, Dier membuat debut bersama tim Sporting B pada musim 2012/2013 Segunda Liga ketika menang 1-3 atas Atletico, dia masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-77 saat menggantikan Diego Rubio. Eric Dier membuat gol di tim senior dalam ajang Segunda Liga ketika timnya mengalahkan Benfica B dengan skor 1-3 di laga tandang, golnya tercipta dari proses tendangan bebas.

Dier akhirnya dipanggil untuk memperkuat tim utama Sporting saat kemenangan di ajang Primeira Liga 1-0 melawan Braga dalam laga kandang. Dalam partai tersebut Dier berhasil membuat assist untuk gol semata wayang Sporting yang dilesakan oleh Ricky van Wolfswinkel. Lima belas hari setelah debut, dia akhirnya bisa membuat gol pertamanya di tim utama Sporting, golnya tercipta di pertandingan tandang melawan Moreirense tapi sayang golnya tidak bisa membuat timnya meraih kemenangan karena kedua tim harus mengakhiri laga dengan hasil seri dengan skor 2-2.

Setelah membela tim utama Sporting CP dari tahun 2012-2014, Dier akhirnya memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya, Inggris pada 2 Agustus 2014. Selama berkarir di Portugal bersama dengan tim utama Sporting CP, dia mencatatkan 27 penampilan dan mencetak 1 gol di Primeira Liga. Di Inggris dia memperkuat tim asal London Utara, yaitu Tottenham Hotspur. Dier menandatangani kontrak empat tahun dengan The Lily White dengan biaya transfer mencapai £4 juta.

Bersama Tottenham Hotspur, Dier membuat debutnya saat pekan pertama Premier League musim 2014/2015, melawan West Ham United dan berhasil membuat gol satu-satunya di laga tersebut di masa perpanjangan. Pada saat Final League Cup atau biasa disebut dengan EFL Cup melawan Chelsea, Dier bermain sejak menit pertama pada pertandingan itu. Tapi sayang timnya harus kalah dari Chelsea 2-0. Selama musim 2016/2017, posisi Dier sering diubah oleh sang pelatih, Mauricio Pochettino dia digeser kebelakang sebagai bek tengah untuk menggantikan posisi dari Toby Alderweireld dan Jan Vertongen yang mengalami cidera. Selama membela Tottenham Hotspur sampai saat ini Dier sudah mengoleksi 101 penampilan dan 1 gol di Premier League.

Di karir Internasionalnya, Dier sebenarnya digadang-gadang sebagai pemain masa depan Portugal oleh Federasi Sepakbola Portugal atau FPF. Dier membela tim nasional Inggris dari jenjang U18,U19,U20 dan U21. Pada 28 Mei 2013, dia masuk skuat Inggris muda asuhan Peter Taylor untuk kejuaraan FIFA U-20 World Cup 2013. Dier debut pada 16 Juni ketika menang 3-0 dalam laga pemanasan kontra Uruguay.

Pada 5 November 2015, Dier akhirnya terpilih untuk membela tim senior Inggris ketika dipanggil oleh manajer The Three Lion saat itu, Roy Hodgson saat berhadapan dengan Spanyol dan Prancis. Pada UEFA Euro 2016 Prancis namanya terdaftar dalam skuat Inggris, di kejuaraan itu dia bermain di laga pembukaan melawan Rusia dan berhasil mencetak gol dari tendangan bebas dengan laga yang berkesudahan dengan skor 1-1. Sampai saat ini Dier sudah mencatatkan 18 penampilan dan 2 gol bersama The Three Lion.